Difteri Kok Ya Merebak Lagi Sih ? Sebab, Akibat, dan Hal - Hal Yang Bisa Kamu Lakukan

No Comments
difteri muncul lagi

Dasar egois kamu mas, mbak ! 😢

Outbreak Response Immunization : Imunisasi Responsif Perjangkitan untuk... Difteri !
Sebenarnya Difteri ini bisa ditekan, dengan imunisasi sedari dini. Luar biasa sekali sekarang ada kejadian outbreak untuk sang penyakit infeksi bakteri ini.

Kok bisa? Mungkin sang penular dulunya tidak di imunisasi. Karena kelupaan atau karena anggapan imunisasi adalah konspirasi dari pembodohan Yahudi, imunisasi banyak menggunakan perbahanan babi atau lain lain hal lagi.

Karena keegoisan ini, jadi banyak yang menderita. Individu yang memang tidak bisa diimunisasi karena suatu kondisi kesehatan (immunocompromised people) akan mempunyai kemungkinan yang lebih besar terkena penyakit difteri.

Sekarang difteri. Mungkin lain waktu campak. Lalu upaya kolaborasi se-dunia memberantas penyakit seperti ini jadi sia - sia belaka.

Kok bisa egois memilih jadi " anti vaccine vaccine club " sih?

Di Jakarta sudah ada 22 kasus dilaporkan, di Banten ada 63 kasus dengan 9 kematian, di Jawa Barat ada 123 kasus dengan 13 kematian. Tentu saja angka - angka ini dapat terus bertambah kan?

Gejala Gejala Difteri Secara Umum

Difteri dapat dikenali lewat beberapa gejala :
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak
  • Tenggorokan dan amandel tertutup oleh membran berwarna abu-abu
  • Suara serak
  • Tenggorokan terasa sakit
  • Nyeri saat menelan
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Demam dan menggigil

Orang dengan difteri wafat dimulai dari akibat toksin Corynebacterium diphtheriae. Ketika ia mengalaminya, tenggorokan akan terasa sakit disertai dengan demam dan tubuhnya akan melemah.
Selain itu, ia juga akan mengalami sesak napas karena saluran di tenggorokannya terblokir oleh selaput tebal berwarna abu-abu (gambar yang paling sering disampaikan untuk menggambarkan difteri).

tenggorokan terblokir akibat difteri
Difteri Menyebabkan Tenggorokan Terblokir


Selain itu, toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf dan jantung. Toksin yang menyebar lewat pembuluh darah dapat menyebar ke jantung. Otot jantung dapat rusak karena toksin ini, menimbulkan radang pada otot jantung (miokarditis). Peradangan ini juga dapat merusak organ jantung secara keseluruhan dan menyebabkan penyakit gagal jantung kongestif yang dapat menyebabkan kematian.

Memang Bagaimana Difteri Disebarkan ?

Ada 3 kejadian umum penyebarannya

• Kontak luka

Jika tidak sengaja menyentuh luka orang yang menderita penyakit difteri, sudah pasti kamu tertular penyakit itu.

• Kontak barang

Barang-barang yang telah tersentuh oleh penderita penyakit difteria cenderung mengandung bakteri crynebacterium diphtheriae. Misalnya, gelas, sendok, dan handuk, atau barang lain yang telah digunakan oleh penderita penyakit difteria.

• Kontak udara

Ketika orang yang menderita penyakit difteri batuk atau bersin, mereka akan melepaskan udara yang mengandung bakteri crynebacterium diphtheriae. Orang yang berada di dekatnya akan menghirup udara yang telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Penyebaran lewat udara ini (airborne) tentu amat ampuh



Seseorang yang terkena difteri sebenarnya bisa disembuhkan. Dokter dapat memberikan antitoksin lewat pembuluh darah untuk menetralkan racun bakteri Gram Positif ini. Antibiotik seperti penisilin dan eritromisin dapat membunuh bakteri yang ada dalam tubuh sekaligus membersihkan infeksi. Sedikit kendala mungkin terjadi jika ia memiliki alergi pada antitoksin. Namun, antitoksin dapat diberikan dengan dosis kecil dan kenaikan bertahap.

Vaksinisasi adalah cara terbaik menangani difteri.

Vaksinisasi diberikan lewat suntikan - suntikandi bagian lengan atau paha. Suntikan vaksin mungkin memberikan beberapa efek samping, seperti nyeri, mengantuk, demam ringan, dan ini yang menyebabkan orang orang menjadi lebih rewel.

Vaksin untuk difteri ada tiga jenis, yaitu DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td. Vaksin ini diberikan pada usia yang berbeda :
  • Bayi di bawah satu tahun diberikan tiga dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak satu bulan
  • Anak usia 18 bulan diberikan satu dosis vaksin DPT-HB-Hib
  • Anak sekolah kelas 1 SD diberikan satu dosis vaksin DT di bulan November
  • Anak sekolah kelas 2 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November
  • Anak sekolah kelas 5 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November

Jadi, penting untuk orangtua atau wali memastikan apakah anak sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwalnya. Jika dirasa belum lengkap, mohon maka segera dilengkapi. Sebab ini bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat ia dewasa.

Ketika dewasa, memang ada kejadian dimana keampuhan vaksin berkurang sehingga diharuskan imunisasi lagi. Apalagi jika dulunya menolak imunisasi.

Idealnya, vaksin difteri diberikan sebanyak tiga dosis sejak usia dua tahun hingga usia 18 tahun (usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun). Setelah itu, vaksin akan semakin efektif bila diberikan setiap 10 tahun selama seumur hidup. Setelah 10 tahun perlu diberikan booster atau penguat. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian vaksin difteri untuk orang diberikan pada usia 19-64 tahun sebanyak satu dosis, dengan jadwal :
  • Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin Td atau belum lengkap status imunisasinya, diberikan 1 dosis vaksin Tdap diikuti dengan vaksin Td sebagai penguat setiap 10 tahun.
  • Orang dewasa yang sama sekali tidak diimunisasi, diberikan dua dosis pertama dengan jarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan setelah 6 sampai 12 bulan dari dosis kedua
  • Orang dewasa yang belum menyelesaikan tiga dosis vaksin Td seri primer diberikan sisa dosis yang belum dipenuhi

Sayangnya, Di Indonesia memang belum memiliki program imunisasi difteri untuk dewasa. Ini sebabnya kamu perlu memastikan apakah status imunisasi mu itu dulu sudah lengkap atau belum. Apa waktu SD pernah ngumpet pas mau divaksin?

Jika dirasa belum, segeralah vaksin difteri untuk mencegah penyakit difteri. Terus, kalau ada salah satu orang yang termasuk suspek difteri di lingkungan sekitar, maka kamu atau pihak berwenang disitu harus segera meminta divaksinasi ulang meskipun sudah pernah divaksin saat kecil.

jadwal imunisasi
Simpan nih daftar imunisasi lengkap

Nah. Merespon kejadian difteri belakangan ini, mulai 11 Desember 2017, di Jakarta, Banten & Jawa Barat akan diadakan ORI (Outbreak Response Immunization)
ORI akan dilakukan 3 putaran:

  1. Jarak pemberian putaran pertama dan kedua 1 bulan (Jika putaran pertama 11 Desember 2017, maka putaran kedua 11 Januari 2018)
  2. Jarak antara putaran kedua dan ketiga adalah 6 bulan
  3. putaran ketiga mulai 11 Juli 2018.


Mari urun membantu. Apa perlu kak Seto sleding situ dulu?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda