Rumah Abbas Pun Bersih Karena Ahok, Bukan Foke

No Comments
kali bersih karena ahok
Screenshot pencarian saya


Sekarang kita telah memasuki era baru; era informasi. Mereka yang menguasai informasi, akan memenangkan pertempuran :)

Pertempuran apa yang sedang ramai akhir - akhir ini ? Oh iya, soal pilkada Jakarta ya ? Baru-baru ini, pada heboh tentang pencarian soal "hasil kerja Foke" menjadi "hasil kerja Ahok". Pagi ini, fenomena tersebut mulai terjelaskan. Mulanya, karena saya membaca status dari mas Jaya Setiabudi pagi ini. Respon pertama saya adalah " masa sih ?" Lalu saya berusaha membuktikan sendiri. Bahwa, pencarian kata dengan format yang kurang lebih Subjek + kata sifat "bersih" + karena Foke, akan membuat Google mengarahkan kita ke hasil pencarian " karena Ahok" Saya mencoba yang aneh - aneh, misal kandang bersih karena Ahok, atau gudang bersih karena Ahok.Screenshot yang saya berikan adalah hasil dari Rumah Basir Bersih Karena Foke. Sewaktu saya coba Rumah Abas Bersih Karena Foke, tidak ada arahan masukan dari Google muncul. Mungkin karena nama Abas tidak lah umum. Namun, ketika saya mencoba dengan dua huruf B (menjadi abbas), maka suggestion muncul dari Google. Wow ! Sebuah permainan SEO tingkat tinggi kah ? Kalau memang terjadi, hal seperti ini, bisa dibilang sebuah strategi digital kelas dunia. Yang membuat saya jadi teringat seorang figur. Jangan - jangan ini kerjaan nya Ardyan Fitra yang legendaris itu. Ardyan, alumni Fisika UI, bisa dibilang salah satu grandmaster SEO Indonesia. Dia bagian dari tim pemenangan Obama, SBY, hingga Jokowi. SEO, kalau dijelaskan dengan singkat, adalah segala upaya membuat konten kita muncul dengan peringkat terbaik. Dengar-dengar, tim Prabowo-Hatta sempat ingin pakai jasa Adryan, tapi batal karena sudah punya tim digital campaign sendiri. Kalau opini saya sih, dari pihak PKS utamanya. Sayang sekali 😁. Mungkinkah sekarang mereka menyesal tidak merekrut Ardyan ? Saya tidak tahu, Yang sudah jadi fakta adalah, Jokowi terpilih secara demokratis lewat pemilu langsung karena lebih banyak rakyat Indonesia yang menginginkannya menjadi presiden. Mari kita lanjutkan, Adryan ini juga internet Marketer, tapi, bedanya dia berusaha menjaga segala hal dari Hulu ke hilir. Dia kuasai offline dan online sekaligus. Dia kuasai produksi, pengemasan, pemasaran, dan distribusi produk - produk yang dijualnya. Produk dan website pasangannya juga terspesialisasi. Alias tidak seperti Tokopedia atau bukalapak yang palugada. Apa yang lu mau gue ada. Dia memprediksi, masa depan e-commerce itu ya spesialisasi. Tiap segmen produk khusus untuk niche konsumen yang berbeda. Figur yang "berbahaya". Sewaktu lulus dari Fisika UI (sarjana) setelah sempat bekerja, dia memutuskan keluar dan memulai petualangan di dunia Google Ad Sense. Ketika itu, akhir tahun 1900an, Youtube belum ada, sehingga kemungkinan besar dia memulai perjalanannya lewat tulisan. Dan Adryan, memulai nya dari hal sederhana dan berkembang hari ke hari. Ia menulis. Menulis seperti apa yang Pramoedya bilang adalah bekerja untuk keabadian. Apa yang ingin kamu lakukan untuk menjadi "abadi" ? Saya bukan pendukung fanatik Ahok, apalagi fanatik membencinya =( Yang jadi masalah buat saya, sebagian besar para pembenci tidak bisa melakukan hal lain kecuali membenci. Pak Ahok sudah melakukan banyak hal untuk Jakarta. Masyarakat ibukota lah yang nanti memutuskan akan memilihnya lagi atau tidak. Sudah, begitu saja. Tidak diperlukan serangan SARA untuk berdemokrasi dan menang dengan bermartabat. NB Tulisan ini bisa muncul karena mas Jaya Setiabudi. Saya ucapkan terimakasih mas atas pencerahannya =)

Gambaran tentang Adryan bisa kamu baca disini ya ( Ardyan Fitra )

Silahkan bagikan artikel ini jika bermanfaat.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda