10 Tahun Menganggur Dengan 5 Anak, Bagaimana Menurut Kamu ?

No Comments
Driver Gojek dan Penumpang
Driver Gojek Yang Menang Banyak


Menurut kamu nih, seberapa parah kah kondisi pengangguran itu ? 

Kamu mungkin sedang melihatnya disekitar mu, ada diantara teman dan keluargamu. Atau malah, kamu sendiri sekarang sedang mengalaminya. Menjadi pengangguran memang tidak enak

Apalagi ketika setiap hari kerja, kamu melihat teman dan kerabatmu yang lain berangkat dengan seragam kebanggaan. Lalu di awal bulan baru, orang - orang ini memamerkan hasil pekerjaan nya berupa sandang atau pangan. Atau gandengan yang bisa dia ajak kencan.

Momen - momen itu lalau di upload ke Path. Diceritakan ulang di Instagram. Bagaimana menurutmu rasa seorang pengangguran ?

Yang lebih tidak enaknya lagi menjadi pengangguran adalah, kamu mungkin akan sering berhadapan dengan kondisi tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk memberantas keadaan nganggur itu. Seandainya kamu pun tahu, bisa jadi kamu penuh ragu untuk mencoba dan berusaha didalamnya.

Oke. Oke. Seandainya kamu pun akhirnya mencoba, bisa jadi kamu menghadapi rintangan ini itu. IPK mu lah yang seadanya sehingga dapat pekerjaan sekadarnya. Lingkungan kerja lah yang ga positif. Gaji lah yang ga 10 juta. Dan berbagai lah  - lah yang lain.

Menganggur adalah kondisi yang menyeramkan ! ( ralat : jika tidak segera beranjak )

Berapa lama sih kebanyakan orang itu menganggur ? 


Konon, dari sebuah kepercayaan sehari - hari, kebanyakan fresh graduate tingkat sarjana itu menganggur 6 bulan sebelum bekerja. Ada yang kurang ada yang lebih dari itu. Dan diantara yang kemudian menganggur, ada yang akhirnya membuat usaha, UMKM, OL Shop dan Setarap (maksudnya start-up).

Terlalu lama menganggur, senyata-nyatanya menganggur, tentu akan menurunkan fungsi pikiran dan jiwa. Pikiran tidak terbiasa lagi mengolah informasi tertentu untuk mendapatkan kesimpulan. Jiwa makin lama makin enggan dan kesepian karena merasa dipinggirkan dunia.

Duhai pemuda. Mari beranjak dari pengangguran.

Saya sadar bahwa buat sebagian kamu, kata pengantar cerita kali ini aga terlalu panjang. Saya buat begitu karena, saya ingin kita sampai pada pertanyaan ini :

Apa yang terjadi jika kondisi menganggur itu berlangsung selama 10 tahun ?


10 tahun teman - teman. Itu adalah dua kali periode jabatan presiden. Jika seandainya dia menganggur sejak tahun 2005, maka saat ini dia sudah pernah merasakan kondisi menganggur saat dipimpin pak SBY lalu pak Jokowi.

Bahkan dua presiden tersebut pun tidak mampu sekedar memberinya pekerjaan !


Tapi, malam lalu, saya menjadi teman bicara langsung soal pelaku penganggur selama 10 tahun. Dia adalah diriver Gojek yang saat itu mengantar pulang.

Pak T ini, bercerita bahwa sebelum bergabung di Gojek, beliau adalah seorang Salesperson di peralatan kesehatan dan obat - obatan. Kliennya adalah apotek dan klinik.

Ketika saya dengar cerita tersebut, saya bertanya, kapan terakhir kali dia bekerja sebagai sales tersebut ?

Beliau pun menjawab. bahwa ia terakhir menjadi sales adalah tahun 2005. 

Saya merasa penasaran dan takut salah dengar. Mungkin maksud beliau adalah 2015. Namun, ketika saya tanyakan balik, beliau pun mengkonfirmasi bahwa dia terakhir bekerja adalah tahun 2005.

SEPULUH TAHUN YANG LALU


Tentu saja saya kaget. Bapak T ini kok betah sekali menganggurnya. Sudah sangat berpengalaman.

Saya tentu penasaran, apakah bapak ini hidup sebatang kara sehingga menganggur 10 tahun pun tidak menyebabkan hidupnya terganggu ?

Dan beliau menjawab.... Dia punya LIMA ANAK.

Tentu saja saya kaget. Saya pernah melihat orang yang menganggur sejati. Walaupun saya tidak yakin bahwa dalam waktu dekat ia akan segera mendapatkan pekerjaan, tapi durasi 10 TAHUN, SATU DASAWARSA itu luar biasa sekali.

Sedemikian parahkah kondisi pengangguran di sekitar kita ?

Dengan satu istri dan anak lima, tentu saya ingin tahu bagaimana bapak ini menghidupi keluarganya.

Beliau bercerita bahwa entah biar bagaimanapun, dia mendapatkan pekerjaan serabutan selama sepuluh tahun itu untuk menghidupi keluarganya dengan cukup. Tidak pernah pekerjaan tetap, hanya pekerjaan serabutan dan mungkin kamu rasa remeh - temeh seperti menggali sumur, mengecat pagar rumah, hingga memotong hewan kurban.

Selama 10 tahun, secara luar biasa keluarga beranggotakan 7 orang itu dapat hidup hingga akhirnya...

Beliau bergabung dengan Gojek pada tahun 2015 lalu.

Sekarang, setiap hari, mulai dari pukul 8 pagi, bapak T berjibaku dengan lalu lintas ibu kota. Untuk mengejar 14 poin sehari di Gojek. Berusaha mendapatkan bonus 140 ribu diluar penghasilan dari pesanan yang dia dapatkan.  Prinsip beliau sekarang, tidak ada lagi waktu boleh terlewatkan.

Sehari - hari, 200 - 300 ribu uang bisa pak T bawa pulang. Yang setiap hari pula dia ambil dari rekening dan diberikan ke istrinya sebagian. Biaya tempat tinggal, makan, dan uang sekolah anak menjadi prioritas keluarga tersebut.

Sekarang, setiap pagi, dua orang anak yang paling kecil selalu merajuk manja untuk dibelikan susu. Yang terkecil berusia 2,5 tahun, satu - satunya anak perempuan. Sedang lucu - lucunya. Pak T tentu tidak kuasa menolak, Dan sekarang dia bisa memenuhi keinginan mereka, setiap pagi.

Entah memang ditakdirkan bahwa Gojek lah yang menjadi penolong bapak T ini, atau, Allah sebenarnya sudah memberi kesempatan - kesempatan dalam hidup bapak ini untuk mendapatkan pekerjaan tetap agar keluarganya dapat hidup dengan lebih layak.

Atau malah Allah ingin agar keluarga tersebut hidup secukupnya saja ?

Mana saya tahu jawabannya. yang jelas, beliau sekarang sudah sepenuh hati dan waktu bekerja di Gojek. Beliau sudah tidak ingin menganggur lagi. 10 tahun yang sangat berharga.

Semoga cerita ini menjadi manfaat untuk saya dan kamu.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda